TNI

Prabowo dan TNI Ambil Langkah Strategis Pulihkan Pendidikan Anak Korban Banjir

Prabowo dan TNI Ambil Langkah Strategis Pulihkan Pendidikan Anak Korban Banjir
Prabowo dan TNI Ambil Langkah Strategis Pulihkan Pendidikan Anak Korban Banjir

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melalui TNI menyalurkan 1.800 paket alat sekolah kepada anak-anak terdampak banjir di Aceh. 

Bantuan ini disalurkan sejak awal Januari 2026 di berbagai lokasi pengungsian. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak pascabencana.

Distribusi dilakukan secara bertahap di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Utara. Setiap paket berisi perlengkapan sekolah yang dibutuhkan untuk tetap belajar di tengah kondisi darurat. Kehadiran paket ini memberi semangat agar anak-anak tetap optimistis menuntut ilmu.

Melalui program ini, TNI menunjukkan peran ganda sebagai penjaga keamanan sekaligus pelindung pendidikan. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisasi gangguan terhadap proses belajar anak-anak. Selain itu, bantuan ini memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat di wilayah terdampak.

Titik Distribusi di Pidie Jaya

Di Pidie Jaya, Kodim 0102 menyalurkan 836 paket sekolah ke dua lokasi pengungsian. Titik pertama berada di Masjid Attaqwa Desa Meunasah Balek dengan jumlah 430 anak. Titik kedua di Desa Pante Geulima menyalurkan paket untuk 406 anak terdampak banjir.

Setiap paket berisi buku, tas, alat tulis, dan snack sebagai dukungan belajar. Anak-anak menerima bantuan dengan antusias, menunjukkan semangat belajar yang tidak padam meski berada di pengungsian. Hadirnya bantuan ini menumbuhkan rasa optimisme di tengah keterbatasan pascabencana.

Distribusi yang sistematis memastikan seluruh anak mendapat perhatian yang adil. Tim TNI bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Langkah ini menjadi contoh kolaborasi efektif dalam tanggap darurat pendidikan.

Bantuan di Bireuen dan Aceh Utara

Di Kabupaten Bireuen, Kodim 0111 menyalurkan 452 paket ke Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan. Paket bantuan serupa diterima anak-anak yang kini tetap bisa mengikuti kegiatan belajar. Aktivitas ini memastikan tidak ada anak yang terputus dari pendidikan meski dalam situasi darurat.

Sementara itu, di Aceh Utara, sebanyak 512 paket alat sekolah disiapkan untuk anak-anak di Desa Gedumbak, Kecamatan Langkahan. Setiap paket mendukung pembelajaran dan memberi semangat agar anak-anak tidak kehilangan motivasi. Kehadiran TNI di lapangan juga memberi rasa aman sekaligus dukungan moral bagi keluarga terdampak.

Distribusi yang merata memperlihatkan komitmen TNI dalam mendukung pendidikan pascabencana. Langkah ini menjadi model bagi upaya pemerintah dan lembaga terkait dalam memulihkan kondisi sosial dan pendidikan. Anak-anak pun merasa diperhatikan sehingga kepercayaan terhadap bantuan pemerintah meningkat.

Dampak Positif bagi Anak-Anak

Kegiatan ini bukan hanya soal penyaluran barang, tetapi juga menyemangati anak-anak untuk tetap belajar. Kehadiran bantuan memberi rasa diperhatikan dan memupuk rasa optimisme. Anak-anak terdampak banjir dapat kembali fokus pada pendidikan mereka tanpa terlalu khawatir mengenai kebutuhan dasar.

Salah satu penerima bantuan, siswi kelas 5 SD bernama Fadilahtunisa, menyampaikan rasa senangnya menerima paket dari Presiden Prabowo dan TNI. Ia merasa alat tulis, buku, dan perlengkapan belajar sangat bermanfaat. Bantuan ini menjadi motivasi tambahan untuk tetap giat belajar di tengah tantangan pascabencana.

Selain dukungan pendidikan, kehadiran TNI menumbuhkan semangat kolektif di komunitas pengungsian. Anak-anak belajar bahwa bantuan dan solidaritas dapat meringankan beban bencana. Hal ini juga membangun rasa aman dan percaya diri untuk menghadapi masa depan.

Sinergi Pemerintah, TNI, dan Masyarakat

TNI menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Fokus utama adalah memastikan kebutuhan dasar, khususnya pendidikan anak-anak, dapat terpenuhi. Kolaborasi ini mempercepat pemulihan pascabencana dan menciptakan ekosistem belajar yang berkelanjutan.

Program bantuan pendidikan ini juga menjadi bentuk investasi sosial jangka panjang. Anak-anak yang mendapat perhatian dapat tumbuh dengan motivasi dan semangat belajar. Sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program pemulihan pascabencana.

Kegiatan ini menegaskan peran TNI tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga bagian dari solusi pendidikan. Bantuan paket sekolah menjadi simbol kepedulian dan dedikasi untuk generasi muda. Dengan dukungan ini, anak-anak terdampak banjir dapat terus mengejar cita-cita mereka tanpa hambatan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index