KADIN DKI Perkuat Jejaring Bisnis Indonesia-Jepang Lewat Business Matching

KADIN DKI Perkuat Jejaring Bisnis Indonesia-Jepang Lewat Business Matching
KADIN DKI dan Tokyo SME Gelar Business Matching Perkuat Investasi [FOTO: NET].

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta memperkokoh simpul jejaring bisnis Indonesia-Jepang lewat perhelatan business matching bersama Tokyo Metropolitan Small and Medium Enterprise Support Center guna memacu angka transaksi, arus investasi, hingga kemitraan antarinstansi usaha.

“Kami datang ke Tokyo bukan sekadar membawa kartu nama, tetapi membawa peluang. Targetnya sederhana: pertemuan hari ini harus membuka pintu bagi transaksi dan kolaborasi esok hari,” kata Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Diana Dewi di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Perjumpaan ini menandai agenda kunjungan berikut kolaborasi edisi kedua bagi KADIN DKI Jakarta bersama Tokyo SME Support Center, sekaligus menegaskan keberlanjutan relasi antara para pelaku usaha Jakarta dan pihak Jepang.

Diana menyampaikan, misi kunjungan edisi kedua ini dirancang jauh lebih berbobot secara konkret. 

Berdasarkan pandangannya, kemitraan bisnis Indonesia dan Jepang patut terus ditingkatkan dari yang semula sebatas ajang silaturahmi serta pertukaran informasi menuju format kemitraan riil yang melahirkan kesepakatan transaksi, kucuran investasi, alih teknologi, hingga ekspansi pasar bagi sektor usaha.

Deretan entitas bisnis yang berpartisipasi bergerak di pelbagai ranah, seperti industri manufaktur mesin beserta factory solutions, komoditas makanan dan logistik distribusi, teknologi informasi, produk kimia, sektor pangan, tekstil, pertanian, household products, hingga industri konstruksi.

"Keragaman sektor tersebut menunjukkan luasnya ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan antara perusahaan Indonesia dan Jepang, khususnya dalam pemanfaatan teknologi, peningkatan produktivitas, penguatan rantai pasok, dan pengembangan produk bernilai tambah," katanya.

Diana menilai, negara Jepang senantiasa bertindak sebagai mitra strategis bagi dunia bisnis Indonesia, tak sebatas sebagai arena pasar, melainkan pula cawan sumber teknologi, penetapan standar mutu, keahlian industri, serta jangkauan jejaring bisnis global.

 Di sisi lain, Indonesia menyuguhkan porsi pasar yang masif, basis manufaktur yang kian terekspansi, ragam kelimpahan sumber daya, beserta prospek investasi di pelbagai sektor.

“Jepang punya teknologi, pengalaman, dan standar industri yang kuat. Indonesia punya pasar, sumber daya, kreativitas, dan potensi pertumbuhan. Ketika kekuatan ini dipertemukan, peluang bisnisnya menjadi jauh lebih besar,” katanya.

Menurut penuturan Diana, agenda business matching turut membuka jalan bagi para pelaku usaha Indonesia guna memahami secara mendalam karakter pasar Jepang yang memprioritaskan mutu mutu, konsistensi, aspek kepercayaan, serta relasi jangka panjang sebagai fondasi penting pilar kemitraan.

Oleh karena itu, KADIN DKI Jakarta mendorong perusahaan asal Indonesia, termasuk kalangan UMKM yang telah teruji dan siap naik kelas, untuk kian tegar menembus arena pasar internasional lewat peningkatan mutu produk, kapasitas volume produksi, inovasi, pemenuhan sertifikasi, hingga profesionalisme dalam mengelola bisnis.

“UMKM dan pengusaha kami jangan hanya menjadi penonton di pasar global. Kami harus berani masuk, berani bersaing, dan yang paling penting, siap memenuhi standar. Produk Indonesia punya potensi besar, tugas kami adalah membuat dunia semakin percaya pada kualitasnya,” ucapnya.

KADIN DKI Jakarta menaruh harapan agar sekitar 70 perjumpaan bisnis yang terselenggara dalam rangkaian agenda tersebut mampu menstimulasi komunikasi serta penjajakan kerja sama yang jauh lebih nyata, baik berbentuk kemitraan dagang, alur distribusi, penanaman investasi, adopsi teknologi, maupun sinergi strategis lainnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index