JAKARTA - Arus balik libur Isra Mikraj 2026 mulai terlihat meningkat. Sebanyak 29.576 kendaraan tercatat melintasi GT Cikampek Utama menuju Jakarta pada H+1 libur.
Angka ini naik 4,86% dibandingkan lalu lintas normal yang sebanyak 28.205 kendaraan, menunjukkan masyarakat mulai kembali dari perjalanan libur.
Sebaliknya, kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju wilayah Timur Trans Jawa mulai melandai. Tercatat hanya 26.711 unit yang bergerak, turun 19,55% dibandingkan periode normal. Kondisi ini menandakan puncak arus balik menuju Jakarta mulai terjadi lebih awal.
Peningkatan arus balik tidak hanya terjadi di koridor utama. Titik-titik strategis di Jawa Tengah dan Jawa Timur juga mengalami pergerakan kendaraan signifikan. Fenomena ini menjadi perhatian pengelola jalan tol untuk memastikan kelancaran lalu lintas.
Kondisi Jalan Tol di Jawa Tengah
Di GT Kalikangkung, kendaraan yang meninggalkan Semarang menuju Jakarta tercatat sebanyak 17.183 unit. Angka ini naik 15,27% dibandingkan normal sebanyak 14.907 unit. Sebaliknya, arus kendaraan masuk Semarang turun 30,34% menjadi 13.406 unit.
GT Banyumanik mencatat arus menuju Jakarta sebesar 21.392 kendaraan. Kenaikan ini mencapai 5,14% dibandingkan normal. Sementara arah Solo turun 17,48% menjadi 23.560 unit, menunjukkan pergeseran fokus kendaraan menuju Ibu Kota.
Peningkatan volume di kedua gerbang tol tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat tetap tinggi meski libur berakhir. Kesiapan pengelola jalan tol menjadi kunci kelancaran arus balik. Perencanaan lalu lintas yang tepat mengurangi risiko kemacetan.
Pergerakan Kendaraan di Jawa Timur
Di GT Warugunung, kendaraan menuju Jakarta tercatat 19.751 unit, mengalami penurunan 18,98% dari normal. Sementara arus menuju Surabaya sebanyak 20.445 unit, turun 2,87% dari jumlah normal. Kondisi ini menunjukkan pola arus balik berbeda dibandingkan Jawa Tengah.
GT Kejapanan Utama mencatat kendaraan menuju Surabaya mencapai 28.528 unit, turun 2,63% dari normal. Kendaraan ke Malang tercatat 29.161 unit, turun 6,41% dibandingkan periode standar. Pengelola tol tetap memantau arus untuk mengantisipasi kepadatan di titik rawan.
Di GT Singosari, arus kendaraan menuju Surabaya meningkat 4,15% menjadi 16.006 unit dari normal 15.368 unit. Sebaliknya, arah Malang menurun 15,67% menjadi 16.440 unit. Perbedaan kenaikan dan penurunan menunjukkan distribusi lalu lintas yang tidak merata di Jawa Timur.
Strategi Kelancaran Arus Balik
PT Jasamarga Transjawa Tol memantau arus balik secara real-time. Pengaturan lajur, petugas di lapangan, dan informasi lalu lintas digital menjadi bagian dari strategi. Langkah ini membantu mencegah kemacetan dan memastikan kendaraan bergerak lancar.
Masyarakat disarankan memanfaatkan informasi arus kendaraan sebelum bepergian. Pemilihan waktu tempuh dan jalur alternatif bisa mengurangi risiko kemacetan. Kesadaran pengemudi menjadi faktor penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Koordinasi antargerbang tol juga diterapkan. Hal ini memastikan distribusi kendaraan merata dan tidak menimbulkan titik rawan macet. Sistem ini menjadi model pengelolaan arus balik yang efektif.
Kesadaran dan Kesiapan Pengemudi
Masyarakat diminta mempersiapkan kendaraan dengan baik sebelum melakukan perjalanan. Peralatan darurat, cek kondisi rem, dan memastikan bahan bakar cukup menjadi langkah utama. Kesiapan pengemudi berperan dalam mengurangi risiko selama arus balik libur.
Selain itu, menjaga jarak aman dan mematuhi rambu lalu lintas sangat dianjurkan. Pengemudi yang disiplin membantu kelancaran perjalanan seluruh kendaraan. Kesadaran ini penting agar libur panjang berakhir dengan aman dan nyaman.
Pemantauan arus balik terus dilakukan hingga beberapa hari setelah libur. Pihak pengelola tol memastikan volume kendaraan tetap terkontrol. Dengan strategi dan kesadaran pengemudi, perjalanan arus balik bisa berjalan efektif tanpa hambatan berarti.