FPTI

Perlindungan dan Kesejahteraan Atlet Jadi Sorotan FPTI dalam Program Nasional

Perlindungan dan Kesejahteraan Atlet Jadi Sorotan FPTI dalam Program Nasional
FPTI Komitmen Tinggi Lindungi Atlet Sebagai Pilar Utama Organisasi

JAKARTA - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menegaskan perlindungan terhadap atlet menjadi prioritas utama menyusul laporan dugaan pelanggaran etik di pelatnas. 

Organisasi ini menekankan keselamatan dan martabat atlet tidak dapat ditawar dalam setiap kegiatan pembinaan. Langkah ini diambil untuk memastikan atlet merasa aman dan mendapat perlakuan profesional selama mengikuti program pelatihan.

Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, menegaskan setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti secara serius. Investigasi dilakukan dengan menjunjung asas keadilan dan transparansi bagi semua pihak terkait. Pendekatan ini diharapkan memberikan rasa aman sekaligus menjaga integritas pembinaan olahraga panjat tebing di Indonesia.

Selain itu, FPTI membentuk tim investigasi internal sebagai respons awal atas laporan dugaan pelanggaran. Tim ini bekerja secara objektif untuk menelusuri setiap dugaan kekerasan fisik maupun pelecehan seksual. Proses ini bertujuan memastikan tidak ada pihak yang dirugikan selama investigasi berlangsung.

Investigasi dan Penonaktifan Pelatih Kepala

Sebagai langkah awal, FPTI menonaktifkan pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia selama proses investigasi berlangsung. Pelatih yang bersangkutan, Hendra Basir, tidak diperbolehkan memimpin latihan atau aktivitas pelatnas. Penonaktifan ini bertujuan agar proses penelusuran berlangsung tanpa gangguan dan mengutamakan perlindungan atlet.

“Pelatih yang dilaporkan telah dinonaktifkan dari jabatannya, dan proses investigasi independen sedang berlangsung,” ujar Yenny. Tim investigasi bekerja untuk memastikan fakta dapat dikumpulkan secara menyeluruh dan akurat. Dengan demikian, keputusan akhir dapat diambil berdasarkan bukti objektif, bukan asumsi atau opini publik.

FPTI menekankan investigasi dilakukan dengan asas transparansi. Seluruh proses bertujuan memulihkan kepercayaan atlet dan masyarakat terhadap pembinaan olahraga panjat tebing. Pendekatan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat budaya aman dan profesional di lingkungan pelatnas.

Dukungan Pemerintah dan Kemenpora

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah FPTI membentuk tim investigasi. Menteri Erick Thohir menekankan pentingnya melindungi atlet sebagai aset bangsa. Pemerintah memastikan para atlet merasa aman serta mendapatkan pendampingan jika dibutuhkan, baik secara hukum maupun psikologis.

“Para atlet adalah anak-anak bangsa. Mereka berlatih dengan disiplin, berkorban sepenuh hati, dan membawa Merah Putih dengan kebanggaan. Mereka harus dilindungi dan merasa aman,” ungkap Erick. Dukungan ini mencakup pemantauan proses investigasi dan penyediaan layanan pendampingan bagi atlet yang terdampak.

Selain itu, pemerintah menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran etik maupun kekerasan fisik. Apabila terbukti terjadi pelanggaran, sanksi tegas termasuk larangan seumur hidup akan diterapkan. Pendekatan ini diambil agar pelatnas tetap menjadi lingkungan yang aman, sehat, dan profesional bagi semua atlet.

Klarifikasi dari Pelatih Kepala

Hendra Basir membantah telah melakukan pelecehan seksual maupun kekerasan fisik terhadap atlet. Ia menyatakan tindakan yang dianggap kontroversial merupakan bentuk motivasi dan perhatian terhadap kondisi mental atlet. 

“Silakan ditanyakan kepada delapan atlet terkait, bagian yang mana saya melakukan pelecehan seksual dan kekerasan fisik,” kata Hendra.

Menurut Hendra, sejak 2012 ia menerapkan pola latihan yang keras dan disiplin sebagai bagian dari pembentukan mental dan fisik atlet. Ia menegaskan tidak pernah berniat melakukan tindakan tidak senonoh. Tindakan seperti memeluk atau mencium kening atlet putri dilakukan dalam konteks memberi semangat saat mereka mengalami tekanan mental.

Ia menambahkan, “Kalau sedang menangis atau mentalnya drop, saya peluk dan di akhir mencium keningnya, seperti kebiasaan kepada anak saya.” Hendra berharap publik memahami konteks tindakan tersebut. Ia juga menyatakan bersedia menerima penilaian jika tindakan itu dianggap melewati batas, namun berharap proses investigasi memperhitungkan niat dan konteks.

Komitmen FPTI untuk Budaya Aman dan Profesional

FPTI menegaskan bahwa keselamatan dan martabat atlet menjadi prioritas utama dalam setiap program pembinaan. Organisasi ini berkomitmen menegakkan prinsip zero tolerance terhadap pelecehan maupun kekerasan fisik. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelatnas tetap menjadi lingkungan yang kondusif bagi pembentukan prestasi dan mental atlet.

Langkah-langkah konkret yang dilakukan FPTI termasuk pembentukan tim investigasi, penonaktifan sementara pelatih kepala, dan koordinasi dengan Kemenpora. Organisasi juga membuka jalur pendampingan hukum dan psikologis bagi atlet yang membutuhkan. 

Fokus ini diharapkan membangun kepercayaan, baik bagi atlet maupun masyarakat, terhadap pembinaan olahraga panjat tebing.

Selain itu, FPTI berupaya mencegah terulangnya pelanggaran melalui sosialisasi dan pelatihan etik bagi pelatih dan staf. Peningkatan budaya profesional dan aman di lingkungan pelatnas menjadi bagian dari visi jangka panjang. Dengan komitmen ini, atlet dapat berlatih dengan fokus penuh dan membawa prestasi terbaik bagi bangsa.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index