JAKARTA - Prudential Syariah dorong perencanaan finansial lintas mata uang untuk mendukung aspirasi global keluarga Indonesia.
Mayoritas keluarga kini merencanakan langkah besar, mulai dari pendidikan anak di luar negeri hingga pengelolaan aset global. Perencanaan semacam ini membutuhkan strategi yang mempertimbangkan nilai tukar dan tujuan hidup jangka panjang.
Namun, realitas pasar yang fluktuatif membuat perencanaan berbasis rupiah menjadi menantang bila dihitung dalam dolar AS. Biaya pendidikan tinggi internasional menunjukkan tekanan nyata, misalnya pendidikan sarjana empat tahun di Amerika Serikat diperkirakan memerlukan US$200 ribu hingga lebih dari US$350 ribu.
Di Australia, bagi sekitar 24 ribu pelajar Indonesia, total biaya pendidikan dan hidup berkisar antara US$125 ribu hingga US$245 ribu, sedangkan di Malaysia biaya mencapai sekitar US$40 ribu.
Tekanan finansial serupa terlihat di sektor properti global. Di Singapura, harga kondominium rata-rata mencapai US$1,9 hingga 2,1 juta, dan total kebutuhan pendanaan bisa hingga 60% dari harga pembelian setelah pajak tambahan bagi warga negara asing.
Fenomena ini menekankan bahwa perencanaan finansial harus menyesuaikan dengan konteks global.
Dampak Nilai Tukar dan Inflasi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah melemah dalam beberapa tahun terakhir. Dari sekitar Rp13.389 per dolar AS, rupiah menurun menjadi Rp16.985, mencerminkan depresiasi sekitar 27%.
Pergerakan ini secara nyata meningkatkan biaya perencanaan jangka panjang keluarga, misalnya biaya pendidikan senilai US$200 ribu yang sebelumnya setara Rp2,68 miliar kini menjadi Rp3,39 miliar.
Inflasi domestik juga menambah tekanan terhadap perencanaan finansial. Inflasi Indonesia tercatat sekitar 2,92% secara tahunan, memengaruhi daya beli masyarakat. Oleh karena itu, perencanaan finansial tidak hanya harus besar secara nominal, tetapi juga relevan secara konteks, baik dari sisi mata uang maupun tujuan hidup.
Prudential Syariah menekankan pentingnya kesiapan finansial dalam rupiah maupun dolar AS. Strategi ini dirancang agar keluarga tetap dapat menjalankan kehidupan sehari-hari tanpa menunda aspirasi global. Langkah ini menunjukkan kesadaran bahwa nilai tukar dan inflasi menjadi faktor kritis dalam merancang masa depan.
Solusi Finansial Global
Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, menegaskan bahwa keluarga Indonesia kini membutuhkan solusi finansial yang lintas mata uang.
“Keluarga kini membutuhkan solusi yang siap menjawab kebutuhan global, lintas mata uang, dan berkelanjutan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” ujarnya. Pendekatan ini menekankan bahwa perencanaan dan perlindungan finansial harus relevan dengan aspirasi global.
Prudential Syariah mendampingi keluarga untuk mewujudkan aspirasi internasional tanpa mengorbankan kualitas hidup saat ini. Perlindungan berbasis syariah menawarkan keamanan finansial yang selaras dengan prinsip keadilan dan transparansi. Strategi ini memungkinkan keluarga menikmati pengalaman hidup, pendidikan anak, dan aset global dengan keyakinan.
Vivin menambahkan bahwa pertumbuhan asuransi syariah menunjukkan kesadaran baru bahwa perlindungan bukan hanya soal angka. Kesinambungan nilai hidup lintas generasi dan pengelolaan risiko kolektif menjadi fokus utama. Pendekatan ini memberikan pilihan relevan bagi keluarga yang menyiapkan langkah global mereka.
Perlindungan dan Pengelolaan Risiko
Pendekatan lintas mata uang juga menekankan pengelolaan risiko yang matang. Keluarga diajak memahami volatilitas aset global serta dampak nilai tukar terhadap perencanaan finansial. Langkah ini penting agar aspirasi besar tetap realistis dan terukur.
Program perlindungan Prudential Syariah tidak hanya menekankan keamanan finansial, tetapi juga kelangsungan nilai hidup. Investor dan keluarga didampingi dalam menyusun strategi yang memadukan investasi bertanggung jawab dan perlindungan jiwa. “Bagi keluarga Indonesia yang menatap dunia sebagai bagian dari masa depan mereka, perlindungan jiwa menjadi elemen penting untuk memastikan bahwa setiap impian dapat dijalani dengan rasa aman dan keyakinan,” ungkap Vivin.
Strategi ini memungkinkan keluarga merancang masa depan secara holistik. Perlindungan finansial yang solid mengakomodasi kebutuhan jangka pendek sekaligus menyiapkan langkah global jangka panjang. Dengan begitu, keluarga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa menunda tujuan besar mereka.
Manfaat Perencanaan Lintas Mata Uang
Dengan perencanaan lintas mata uang, keluarga dapat mengurangi risiko depresiasi rupiah terhadap dolar AS. Hal ini memungkinkan biaya pendidikan dan aset global lebih terkendali. Perencanaan ini juga menegaskan pentingnya diversifikasi aset dan kesiapan menghadapi fluktuasi pasar internasional.
Kombinasi perlindungan syariah dan strategi lintas mata uang memberikan ketenangan bagi keluarga. Mereka dapat merancang masa depan global sambil tetap menikmati kualitas hidup saat ini. Pendekatan ini menegaskan bahwa kesiapan finansial bukan hanya soal nominal, tetapi juga konteks dan tujuan hidup.
Pada akhirnya, perencanaan finansial yang tepat harus memadukan kesiapan rupiah dan dolar AS. Strategi ini memberi keluarga Indonesia keleluasaan untuk menjalani aspirasi global tanpa mengorbankan stabilitas hidup sehari-hari. Dengan dukungan Prudential Syariah, setiap langkah besar keluarga dapat dilakukan dengan percaya diri dan keyakinan.