JAKARTA - Langkah perbankan dalam memperkuat pendanaan jangka menengah dan panjang terus dilakukan seiring kebutuhan ekspansi usaha.
Instrumen obligasi menjadi salah satu pilihan strategis untuk menjaga keseimbangan likuiditas dan pertumbuhan kredit. Di tengah dinamika pasar, penerbitan surat utang tetap menarik minat pelaku industri keuangan.
PaninBank Luncurkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV, Bidik Dana Rp 2,71 Triliun sebagai bagian dari strategi pendanaan berkelanjutan. PT Bank Pan Indonesia Tbk atau PaninBank kembali bersiap menghimpun dana segar dari pasar modal. Obligasi ini direncanakan meluncur pada pertengahan Februari.
Rencana penerbitan tersebut menandai kelanjutan komitmen PaninBank dalam memanfaatkan instrumen obligasi. Pendanaan yang dihimpun diharapkan memperkuat struktur keuangan perseroan. Langkah ini juga mencerminkan optimisme bank terhadap prospek pertumbuhan kredit.
Rencana Penerbitan Obligasi Tahap IV
PaninBank bakal menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV Tahun 2026 dengan total nilai Rp 2,71 triliun. Penerbitan ini merupakan bagian dari skema penawaran umum berkelanjutan. Obligasi tersebut dirancang untuk menjangkau investor dengan preferensi tenor berbeda.
Obligasi Tahap IV terbagi ke dalam dua seri dengan karakteristik masing-masing. Seri A memiliki nilai Rp 1,71 triliun dengan tenor tiga tahun. Tingkat bunga yang ditawarkan bersifat tetap sebesar 5,90% per tahun.
Sementara itu, Seri B ditawarkan dengan nilai Rp 1 triliun. Tenor seri ini lebih panjang, yakni lima tahun. Kupon tetap yang diberikan sebesar 6,15% per tahun.
Skema Penawaran dan Pembayaran Obligasi
Seluruh obligasi ditawarkan dengan harga 100% dari nilai nominal. Skema ini memberikan kejelasan nilai bagi investor sejak awal. Pelunasan pokok obligasi dilakukan secara bullet payment pada saat jatuh tempo.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap tiga bulan. Skema pembayaran berkala ini memberi arus kas rutin bagi pemegang obligasi. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 25 Mei 2026.
Obligasi Seri A akan jatuh tempo pada 25 Februari 2029. Sementara itu, Obligasi Seri B dijadwalkan jatuh tempo pada 25 Februari 2031. Perbedaan tenor ini memberi fleksibilitas pilihan investasi.
Pemanfaatan Dana untuk Penyaluran Kredit
Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk penyaluran kredit kepada nasabah ritel dan korporasi. Kredit tersebut mencakup pembiayaan jangka pendek, menengah, maupun panjang. Tujuannya adalah mendorong pertumbuhan kredit perseroan.
Penyaluran kredit diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan bunga. Dengan pendanaan yang lebih kuat, PaninBank dapat memperluas portofolio pembiayaan. Hal ini sejalan dengan strategi pertumbuhan bisnis perbankan.
Selain itu, dana obligasi juga diarahkan untuk mendukung stabilitas kinerja keuangan. Pembiayaan yang terkelola dengan baik diharapkan memperkuat posisi kompetitif bank. PaninBank menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Penguatan Likuiditas dan Operasional Perbankan
Sebagian dana hasil obligasi dialokasikan untuk memperkuat likuiditas. Struktur pendanaan yang lebih solid memberi ruang fleksibilitas dalam pengelolaan kewajiban. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan aset dan liabilitas.
Dana tersebut juga digunakan untuk mendukung kegiatan operasional perbankan. Kegiatan ini mencakup pembiayaan transaksi perbankan dan layanan sistem pembayaran. Aktivitas treasury yang berkaitan langsung dengan usaha utama juga menjadi fokus.
Penguatan operasional ini ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha perbankan secara berkelanjutan. Dengan likuiditas yang memadai, bank dapat merespons dinamika pasar dengan lebih optimal. Langkah ini mempertegas arah strategi jangka panjang perseroan.
Jadwal Penawaran dan Riwayat PUB
Masa penawaran umum obligasi dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 20 Februari 2026. Setelah itu, pencatatan obligasi direncanakan dilakukan di Bursa Efek Indonesia pada 26 Februari 2026. Jadwal ini disusun untuk memastikan proses berjalan tertib.
Penjamin pelaksana emisi obligasi melibatkan sejumlah perusahaan sekuritas. Peran penjamin diharapkan mendukung kelancaran proses penerbitan. Sinergi dengan mitra pasar modal menjadi bagian penting dari strategi penerbitan.
Penerbitan ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan IV Bank Panin dengan target dana maksimal Rp 15 triliun. Pada tahap pertama tahun 2024, bank menghimpun Rp 50 miliar. Tahap kedua tahun 2024 berhasil meraih Rp 3,92 triliun, sedangkan tahap ketiga tahun 2025 sebesar Rp 3,2 miliar.