JAKARTA - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengingatkan keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Bandung agar menggunakan bantuan sosial (bansos) dan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) untuk kebutuhan yang produktif, bukan untuk berjudi online.
“Saya ingatkan sekali, manfaatkan bantuan untuk hal bermanfaat, jangan untuk bermain judi online,” ujar Mensos saat meninjau penyaluran BLTS di Kantor Pos Kota Bandung.
Peringatan ini diberikan karena pemerintah memiliki sistem yang dapat mendeteksi aktivitas mencurigakan dari rekening penerima, termasuk transaksi judi online.
Mensos menekankan bahwa bantuan sosial sebaiknya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, membiayai pendidikan anak, atau sebagai modal usaha. Ia juga menegaskan bahwa bagi KPM yang memiliki minat usaha, pemerintah akan memberikan dukungan penuh agar usahanya berkembang dan keluarga menjadi mandiri.
Penyaluran BLTS di Kota Bandung
Penyaluran BLTS di Bandung menjangkau 31 kecamatan dengan total 49.552 KPM. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp44,6 miliar. Pada kesempatan ini, 70 KPM menerima BLTS untuk pertama kalinya, khususnya warga dari Kecamatan Regol, Kelurahan Cigelereng.
Distribusi bantuan dilakukan oleh Kementerian Sosial bersama PT Pos Indonesia dan tim Himbara, memastikan setiap keluarga menerima bantuan secara tepat. Penyaluran ini menjadi bagian dari program pemerintah untuk mendukung kesejahteraan keluarga di tengah kondisi ekonomi yang masih membutuhkan stimulus.
Mensos menekankan bahwa program ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan tunai, tetapi juga mendorong KPM agar lebih produktif dan mandiri. Bantuan tunai diharapkan menjadi modal bagi kegiatan ekonomi skala mikro atau pemenuhan kebutuhan rumah tangga yang penting.
Data Pemanfaatan Bansos dan BLTS
Bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kementerian Sosial menemukan adanya indikasi penggunaan bansos untuk transaksi judi online di beberapa daerah.
Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah penerima yang melakukan aktivitas tersebut paling tinggi. Selama semester pertama tahun ini, tercatat 49.431 orang teridentifikasi bermain judi online dengan total transaksi mencapai Rp199 miliar.
Di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Bogor mencatat jumlah tertinggi dengan 5.497 orang terlibat transaksi judi online senilai Rp22 miliar.
Temuan ini menjadi perhatian Mensos untuk memastikan penyaluran bansos tepat sasaran. Bagi KPM yang ingin mengembangkan usaha atau memulai bisnis, pemerintah siap memberikan pendampingan agar dana bantuan dimanfaatkan secara produktif.
Mensos juga menegaskan bahwa keluarga penerima manfaat yang aktif dalam usaha mikro atau bisnis dapat memperoleh dukungan tambahan, sesuai arahan presiden, agar usahanya menjadi produktif dan mampu mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
Tahapan Penyaluran Bansos dan BLTS
Kementerian Sosial menugaskan penyaluran bansos reguler melalui Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako (BPNT), dan BLTS dengan total kuota 35.046.783 KPM. Dari jumlah tersebut, 16,3 juta merupakan KPM lama dan 18,7 juta KPM baru yang telah terverifikasi berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Tahap pertama penyaluran telah dilakukan kepada 15,7 juta KPM melalui PT Pos Indonesia dan mitra Himbara. Tahap kedua menyasar 11,6 juta KPM, sedangkan tahap ketiga akan menyasar lebih dari delapan juta KPM.
Semua tahap ditargetkan selesai akhir tahun agar bantuan dapat menjaga daya beli masyarakat, sesuai arahan Presiden.
Mensos menekankan bahwa keberhasilan penyaluran bansos dan BLTS tidak hanya diukur dari jumlah yang diterima KPM, tetapi juga dari sejauh mana bantuan itu dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas keluarga.
Pemerintah berharap setiap keluarga dapat memaksimalkan manfaat bansos sebagai modal untuk memperbaiki kualitas hidup dan ekonomi keluarga.