JAKARTA - Pergerakan pasar saham sepekan terakhir memberikan dinamika yang patut dicermati pelaku pasar.
Fluktuasi yang terjadi menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi investor dalam menentukan langkah berikutnya. Memasuki awal pekan ini, perhatian tertuju pada sejumlah rekomendasi saham yang dinilai masih menarik untuk dipertimbangkan.
Pergerakan IHSG Sepekan Terakhir
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan sepekan hingga Jumat, 27 Februari 2026. IHSG melemah 0,44% di posisi 8.235. Lantas bagaimana dengan rekomendasi saham hari ini?
IHSG menutup perdagangan saham dengan nyaris berada di posisi terendah yang sempat menyentuh 8.093. Adapun posisi tertinggi tersenggol sesaat 8.437 yang terjadi pada perdagangan Selasa siang hari. Pergerakan tersebut mencerminkan volatilitas pasar yang cukup tinggi dalam rentang waktu satu minggu.
Tekanan Sektoral dan Aktivitas Transaksi
Saham saham transportasi, saham infrastruktur, dan saham properti menjadi penyebab pelemahan IHSG terpeleset di zona merah dengan melemah 3,94%, 3,08%, dan 2,87% dalam seminggu perdagangan. Tekanan pada sektor sektor tersebut memberi kontribusi signifikan terhadap koreksi indeks secara keseluruhan. Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen sektoral masih menjadi faktor dominan dalam menentukan arah pasar.
Volume perdagangan amat ramai jumlahnya mencapai 266,82 miliar saham sepanjang perdagangan yang didominasi tren penjualan, dengan nilai transaksi sebesar Rp150,02 triliun. Frekuensi terjadi sebanyak 14,96 juta kali diperjualbelikan. Aktivitas transaksi yang tinggi ini menandakan tingginya partisipasi pelaku pasar meskipun indeks bergerak melemah.
Peluang Saham Potensial Awal Pekan
Biarpun IHSG terjerembab di zona merah, masih ada sejumlah saham potensial dan saham pilihan yang menarik dicermati terutama pada saham uptrend dan saham bullish dengan rekomendasi saham hari ini Senin, 2 Maret 2026. Pelaku pasar dapat memanfaatkan momentum koreksi untuk melakukan seleksi saham secara lebih cermat. Pendekatan berbasis analisis teknikal maupun fundamental menjadi kunci dalam menentukan keputusan investasi.
Berikut rekomendasi saham hari ini yang dirangkum dari sejumlah broker. Daftar ini dapat menjadi referensi awal sebelum investor mengambil keputusan sesuai profil risiko masing masing. Diversifikasi tetap diperlukan agar risiko dapat terkelola dengan baik.
Daftar Rekomendasi dari Berbagai Sekuritas
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham MEDC, ELSA, dan MDKA. Ketiga saham tersebut dinilai memiliki potensi pergerakan menarik dalam jangka pendek hingga menengah. Investor disarankan mencermati level support dan resistance sebelum melakukan aksi beli.
BNI Sekuritas memberikan rekomendasi pada saham MEDC, ANTM, ARCI, HRTA, ITMG, dan SOCI. Saham saham tersebut berasal dari berbagai sektor yang dinilai masih memiliki katalis positif. Strategi bertahap dapat dipertimbangkan untuk meminimalkan risiko fluktuasi harga.
Philip Sekuritas memilih WIIM dan MBMA sebagai saham pilihan. Keduanya dinilai memiliki peluang teknikal yang cukup menarik untuk dicermati. Pergerakan harga dan volume menjadi indikator penting dalam memantau kelanjutan tren.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan HRUM, NCKL, SMDR, AMMN, ERAA, dan MAIN. Pilihan ini mencerminkan kombinasi saham berbasis komoditas dan sektor lainnya. Investor dapat menyesuaikan pilihan dengan strategi portofolio yang telah direncanakan.
MNC Sekuritas menyoroti saham INDY, TAPG, TLKM, dan UNVR. Saham saham tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri berdasarkan analisis terkini. Pemantauan sentimen pasar global juga perlu diperhatikan dalam mengelola posisi.
CGS International Sekuritas memberikan rekomendasi HMSP, WIIM, EMAS, ANTM, MDKA, dan ARCI. Beberapa di antaranya juga muncul dalam rekomendasi sekuritas lain, menunjukkan adanya kesamaan pandangan pasar. Hal ini dapat menjadi konfirmasi tambahan bagi investor sebelum mengambil keputusan.
Panin Sekuritas merekomendasikan MEDC, RAJA, dan ARCI sebagai saham pilihan. Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas menempatkan BRMS, MDKA, dan MEDC dalam daftar rekomendasinya. Dengan beragam pilihan tersebut, investor memiliki alternatif yang cukup luas untuk disesuaikan dengan strategi dan toleransi risiko masing masing.