TNI AD Fokus Perkuat Keteladanan Pimpinan Melalui Uji Kemampuan Jasmani

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:28:55 WIB
TNI AD Fokus Perkuat Keteladanan Pimpinan Melalui Uji Kemampuan Jasmani

JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat menekankan bahwa kepemimpinan tidak hanya diukur dari kecakapan manajerial dan pengambilan keputusan. 

Seorang komandan juga dituntut memiliki kesiapan fisik dan kemampuan dasar keprajuritan yang memadai. Prinsip keteladanan inilah yang menjadi landasan utama pelaksanaan uji kemampuan bagi para pimpinan satuan.

Penegasan tersebut tercermin melalui penyelenggaraan Uji Kemampuan Jasmani dan Kemampuan Dasar Militer bagi Perwira Tinggi hingga Komandan Batalyon. Kegiatan ini dilaksanakan di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur. Pelaksanaan uji kemampuan berlangsung selama tiga hari, yakni 2–4 Februari 2026.

Uji kemampuan ini merupakan bagian dari pembinaan personel yang dilakukan secara berkelanjutan. Tujuannya adalah menjaga profesionalisme serta kesiapan fisik para perwira dan komandan satuan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan memperkuat peran pimpinan sebagai teladan nyata bagi prajuritnya.

Pembinaan Berkelanjutan Demi Profesionalisme

Pembinaan personel di lingkungan TNI AD dirancang untuk memastikan setiap prajurit dan pimpinan berada pada standar kemampuan yang telah ditetapkan. Uji kemampuan jasmani dan militer menjadi salah satu instrumen penting dalam pembinaan tersebut. Melalui kegiatan ini, kualitas kepemimpinan diuji secara menyeluruh dan objektif.

Para Perwira Tinggi hingga Komandan Batalyon mengikuti seluruh rangkaian uji dengan standar dan prosedur yang telah ditentukan. Setiap tahapan dirancang untuk mengukur kemampuan dasar yang wajib dimiliki seorang pemimpin militer. Faktor keamanan tetap menjadi prioritas utama selama kegiatan berlangsung.

Dengan pembinaan yang konsisten, TNI AD berupaya menciptakan pimpinan satuan yang tangguh secara fisik dan mental. Ketangguhan tersebut diharapkan mampu menular kepada prajurit yang dipimpin. Pada akhirnya, kesiapan individu akan berkontribusi pada kesiapan satuan secara keseluruhan.

Rangkaian Materi Uji Jasmani dan Militer

Materi uji kemampuan meliputi kesegaran jasmani A dan B, menembak, serta renang militer. Setiap materi dirancang untuk mengukur aspek kebugaran, keterampilan, dan kesiapsiagaan tempur. Pelaksanaan uji dilakukan secara sistematis dan terukur.

Pada uji kesegaran jasmani, peserta menjalani serangkaian tes fisik yang menilai daya tahan tubuh. Tes tersebut bertujuan mengetahui tingkat kebugaran dan kemampuan fisik masing-masing komandan. Hasil uji menjadi gambaran kondisi kesiapan fisik pimpinan satuan.

Uji menembak dilaksanakan untuk mengukur ketepatan serta penguasaan senjata. Sementara itu, renang militer menguji kemampuan menghadapi medan perairan yang kerap menjadi bagian dari tugas operasi. Keseluruhan materi uji mencerminkan tuntutan nyata yang dihadapi prajurit di lapangan.

Penegasan KSAD Tentang Kewajiban Komandan

Kepala Staf Angkatan Darat menegaskan bahwa uji kemampuan merupakan kewajiban bagi setiap komandan satuan. Kegiatan ini dinilai sebagai bagian penting dari pembinaan kepemimpinan di lingkungan TNI AD. Melalui uji ini, kualitas pimpinan dapat terjaga secara berkesinambungan.

Selain menjadi contoh bagi prajurit, keteladanan pimpinan dianggap sebagai faktor kunci dalam membangun satuan yang solid. Komandan dituntut mampu menunjukkan kemampuan nyata, bukan sekadar memberikan perintah. Keteladanan tersebut diyakini akan meningkatkan kepercayaan dan loyalitas prajurit.

“Komandan yang hebat harus bisa menghebatkan prajuritnya. Bagaimana dengan komandan yang tidak hebat, apakah bisa menghebatkan prajuritnya?” tanya Jenderal Maruli. Pernyataan ini menegaskan pentingnya kualitas pribadi seorang pemimpin. Uji kemampuan menjadi sarana untuk membuktikan kualitas tersebut.

Harapan Terhadap Kesiapan dan Tanggung Jawab

Melalui pelaksanaan uji kemampuan ini, TNI AD berharap para perwira dan komandan satuan selalu berada dalam kondisi prima. Kesiapan fisik dan profesionalisme menjadi modal utama dalam memimpin prajurit. Dengan kondisi tersebut, pelaksanaan tugas dapat berjalan optimal.

Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat kesadaran akan tanggung jawab sebagai pemimpin. Seorang komandan tidak hanya memimpin dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan nyata. Keteladanan fisik dan mental menjadi bagian tak terpisahkan dari kepemimpinan militer.

Pada akhirnya, uji kemampuan ini mendukung kesiapan TNI AD dalam menjalankan tugas pokoknya. Para pimpinan satuan diharapkan mampu memimpin prajurit dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Profesionalisme dan keteladanan menjadi fondasi utama dalam pengabdian tersebut.

Terkini