JAKARTA – Emiten manufaktur produk olahan yoghurt Cimory, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY) mencatatkan performa bisnis yang solid sepanjang kurun waktu Januari—Juni 2026. Perolehan laba bersih yang diraup perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan 17,88% secara tahunan.
Merujuk pada publikasi laporan keuangan, Cimory mengantongi kinerja top line yang kokoh dengan capaian pendapatan menyentuh Rp6,46 triliun sepanjang Januari—Juni 2026.
Capaian itu mencerminkan kenaikan 25,49% year-on-year (YoY) disandingkan dengan perolehan Rp5,14 triliun pada periode serupa tahun 2025.
Pertumbuhan pendapatan perseroan beriringan dengan pergerakan dua segmen penjualan perseroan yang kompak menunjukkan peningkatan.
Pada segmen produk olahan susu, CMRY meraup angka penjualan senilai Rp2,77 triliun sepanjang periode enam bulan pertama 2026. Realisasi itu melesat 54,34% YoY dari posisi Rp1,79 triliun pada kurun waktu yang sama tahun 2025.
Di samping itu, pada segmen produk makanan konsumsi, nilai penjualan CMRY turut terangkat 10,03% YoY menjadi Rp3,68 triliun per Juni 2026, dari raihan Rp3,35 triliun pada periode yang sama tahun 2025.
Berdasarkan cakupan wilayah geografis, angka penjualan Cimory di pasar domestik Indonesia mengalami lonjakan dari Rp5,09 triliun pada periode 2025 menjadi Rp6,36 triliun pada rentang Januari—Juni 2026. Tren serupa juga membayangi angka penjualan mancanegara yang sanggup menembus Rp96,74 miliar.
Sejalan dengan melonjaknya penerimaan, CMRY turut membukukan akumulasi beban pokok penjualan yang membengkak 29,08% YoY menuju Rp3,66 triliun dari torehan Rp2,83 triliun pada kurun waktu Januari—Juni 2025.
Walau demikian, usai dikurangi bermacam pos beban dan pengeluaran pajak, Cimory mampu meraup laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih yang melesat 17,88% YoY menjadi Rp1,17 triliun per Juni 2026. Torehan itu meningkat dari posisi Rp993,80 miliar pada rentang periode yang sama tahun 2025.
Ditinjau dari ranah neraca keuangan, CMRY mengamankan total aset yang merangkak naik ke posisi Rp9,24 triliun per Juni 2026. Angka tersebut terangkat dari posisi Rp8,74 triliun pada penutupan Desember 2025.
Hal serupa terjadi pada liabilitas perseroan yang mengalami penambahan menjadi Rp2,08 triliun per Juni 2026, dari posisi Rp1,95 triliun pada Desember 2025. Total ekuitas perseroan juga terkerek naik ke angka Rp7,16 triliun per Juni 2026.