Pendapatan ASRI Naik 18,3 Persen, Laba Bersih Justru Terperosok

Senin, 03 Agustus 2026 | 23:44:01 WIB
Pendapatan Naik Jadi Rp1,3 Triliun, Laba Alam Sutera Malah Tergerus [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) membukukan penurunan laba bersih secara signifikan sebesar 69,34% menjadi Rp12,7 miliar pada semester I/2026, dari torehan Rp41,6 miliar pada semester I/2025. Kendati demikian, pada lini operasional, ASRI tetap membukukan pertumbuhan dari sisi penerimaan.

Sepanjang semester I/2026, perseroan meraup pendapatan senilai Rp1,3 triliun, melesat 18,3% secara tahunan (year on year/YoY) jika disandingkan dengan perolehan Rp1,1 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Corporate Finance ASRI Edward Tanuwijaya menyampaikan bahwa penyusutan perolehan laba dipicu oleh pergeseran komposisi pendapatan.

"Perlambatan laba mencerminkan pencapaian marketing sales tahun lalu yang turun sekitar 25% dibandingkan pencapaian tahun 2024. Selain itu, kontribusi penjualan lahan yang memiliki margin lebih tinggi juga lebih rendah sehingga menyebabkan margin perseroan mengalami tekanan," jelasnya, Senin (3/8/2026).

Dirinya melanjutkan dari sudut pandang pendapatan, penguatan kinerja disokong oleh segmen real estate yang melonjak 30,1% YoY menuju Rp864,6 miliar. Lonjakan itu terdorong oleh meningkatnya angka penjualan rumah tapak serta ruko yang membukukan Rp376,2 miliar atau terangkat 29,7% YoY. 

Di samping itu, penerimaan dari sektor apartemen terangkat menjadi Rp240 miliar, sedangkan arus pendapatan dari lini perkantoran melonjak 165,4% YoY menuju posisi Rp48,7 miliar.

Akan tetapi, lonjakan tersebut sebagian tergerus imbas kemerosotan penjualan lahan yang cuma mencatatkan Rp199,4 miliar, ketimbang torehan Rp336,9 miliar pada semester I/2025.

Sementara itu, lini bisnis recurring income, kata dia, konsisten memperlihatkan stabilitas dengan raihan pendapatan yang terangkat menuju Rp355,3 miliar dari Rp341,8 miliar pada kurun waktu yang sama tahun lalu. Adapun untuk segmen pariwisata terbilang stabil lewat sumbangan pendapatan di kisaran Rp100 miliar.

Perseroan telah merancang serangkaian proyek teranyar guna menjaga ritme penjualan pada paruh kedua tahun ini. Rencana peluncuran dua sampai tiga proyek anyar bakal menitikberatkan pada segmen perumahan serta rumah toko (ruko).

"Untuk semester II/2026, akan ada dua hingga tiga peluncuran proyek baru. Segmennya tetap di perumahan dan ruko sesuai fokus awal, sekaligus melanjutkan proyek-proyek yang telah diluncurkan pada semester I/2026," ujarnya.

Dari ranah ekspansi, ASRI memastikan terus mengalokasikan anggaran belanja modal guna menjaga keberlanjutan pengembangan proyek. Edward mengutarakan perseroan menganggarkan capital expenditure (capex) untuk landbanking sebesar Rp250 miliar hingga Rp300 miliar per tahun. 

Alokasi dana tersebut dimanfaatkan untuk menggantikan cadangan ketersediaan lahan yang telah komersialkan pada tahun sebelumnya.

Terkini