Laba PT Aman Agrindo Berbalik Positif, Penjualan Melonjak 121,5 Persen

Senin, 03 Agustus 2026 | 23:29:32 WIB
Penjualan Melonjak 121,5 Persen, PT Aman Agrindo (GULA) Raih Laba [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Aman Agrindo Tbk (GULA) sukses memutarbalikkan performa finansialnya dengan meraup laba pada semester I 2026, berbanding terbalik dari catatan kerugian pada kurun waktu serupa tahun lalu. Pemulihan ini disokong oleh rekor lonjakan penjualan serta peningkatan laba usaha.

Merujuk pada publikasi laporan keuangan kuartal II 2026, emiten komoditas gula tersebut meraup keuntungan sebesar Rp 34,8 juta. Hasil ini berbalik secara signifikan dari torehan defisit Rp 1,6 miliar pada kuartal II 2025. 

Volume penjualan perseroan turut meroket 121,5 persen menuju Rp 144,3 miliar, dibandingkan dengan perolehan Rp 65 miliar pada periode serupa tahun lalu. Sementara itu, capaian laba usaha melonjak melebihi dua kali lipat dari Rp 2,4 miliar menjadi Rp 5,7 miliar.

Direktur Utama PT Aman Agrindo Tbk Andreas Utomo merasa optimis bahwasanya performa finansial perseroan bakal terus menguat seiring rampungnya pengerjaan konstruksi pabrik gula di Pandeglang, Banten.

Berdasarkan penjelasannya, sarana manufaktur anyar tersebut bakal bertindak sebagai pendorong utama pertumbuhan penerimaan perusahaan.

"Pabrik gula yang tengah kami selesaikan memiliki kapasitas produksi 500 ton per hari. Perkiraan kuartal IV tahun 2026 sudah dapat beroperasi. Pabrik terbaru kami di Pandeglang akan memproduksi gula merah. Permintaan gula merah di Indonesia masih sangat terbuka lebar," kata Andreas dalam keterangan tertulis, Senin (3/8/2026).

Ia memaparkan, total pemenuhan gula secara nasional saat ini menyentuh kisaran 6,5 juta ton per tahun, tatkala realisasi produksi domestik baru mencapai kisaran 2,67 juta ton. Fenomena ini mengindikasikan masih terbukanya ruang pertumbuhan yang masif bagi lanskap industri gula di Indonesia.

Guna mendongkrak kapasitas pemrosesan, perseroan turut mencanangkan aksi akuisisi terhadap salah satu fasilitas pabrik gula di Jawa Tengah yang mengantongi daya giling tebu hingga 1.000 ton per hari. Kebijakan ini diharapkan kian mengokohkan laju penjualan serta profitabilitas perusahaan.

Andreas meyakini melimpahnya konsumsi gula domestik sanggup menyerap tambahan volume output dari pabrik baru maupun hasil akuisisi tersebut.

"Saat ini proses akuisisi perusahaan gula di Jawa Tengah tengah berproses. Kami berharap tahun ini proses akuisisi sudah dapat diselesaikan. Dengan tambahan produksi dari pabrik di Pandeglang dan akuisisi pabrik gula di Jawa Tengah, diharapkan penjualan PT Aman Agrindo dapat meningkat sehingga kinerja keuangan perseroan akan semakin solid," tutup Andreas.

PT Aman Agrindo Tbk bertindak sebagai perseroan yang bergerak di lini industri gula nasional dengan fokus utama pada pematangan perkebunan tebu serta pemrosesan gula. 

Perseroan saat ini mengelola areal perkebunan tebu seluas 83 hektar serta merajut kemitraan bersama para petani tebu hingga mencakup sekitar 1.000 hektare sebagai upaya memperkuat ketersediaan pasokan bahan baku dan menopang ketahanan pangan nasional.

Terkini