Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp17.997 per Dolar AS pada 3 Agustus 2026

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:22:01 WIB
Rupiah Berpotensi Menguat Ditopang Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga [FOTO: NET].

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini, Senin (3/8/2026), di tengah meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data Doo Financial Futures, pada penutupan perdagangan Jumat (31/7/2026), rupiah menguat 0,49% ke level Rp18.022 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) melemah 0,06% ke level 99,80.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang turut menguat terhadap dolar AS. 

Pelemahan dolar dipicu oleh serangkaian data ekonomi AS yang berada di bawah ekspektasi, sehingga meningkatkan peluang pelonggaran kebijakan moneter oleh The Fed dalam beberapa bulan mendatang.

"Rupiah dan mata uang regional umumnya menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi cukup tajam oleh data ekonomi yang mengecewakan," ujar Lukman.

Meski demikian, pergerakan pasar masih dibayangi ketidakpastian global. Selain prospek kebijakan suku bunga The Fed, investor juga mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memicu volatilitas harga energi sekaligus meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS.

Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar masih tertuju pada proses suksesi kepemimpinan Bank Indonesia (BI). Investor terus mencermati sosok yang akan mengisi posisi Gubernur BI berikutnya mengingat kebijakan bank sentral berperan penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.

Menurut Lukman, volatilitas rupiah berpotensi meningkat sepanjang pekan ini seiring padatnya agenda rilis data ekonomi dari Indonesia, Amerika Serikat, dan China.

Dari AS, pasar akan menantikan data aktivitas manufaktur dan jasa, laporan lowongan kerja JOLTS, serta data ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) yang menjadi indikator utama kesehatan ekonomi Negeri Paman Sam.

Sementara itu, dari China, investor akan mencermati data manufaktur dan sektor jasa untuk mengukur kekuatan pemulihan ekonomi negara tersebut.

Adapun dari dalam negeri, pelaku pasar akan menunggu rilis data neraca perdagangan, inflasi, indeks manufaktur, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2026.

Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat pada kisaran Rp17.850 hingga Rp18.150 per dolar AS pada perdagangan Senin (3/8/2026).

LIVE TIMELINE

09:05 WIB: Rupiah dibuka menguat Rupiah dibuka menguat 0,49% atau 89 poin menuju level Rp18.022 per dolar AS pukul 09.05 WIB. Pada saat yang sama, indeks dolar AS terpantau melemah 0,21% ke posisi 99,71.

11:00 WIB: Rupiah menguat 24 poin Pukul 11.00 WIB, rupiah menguat 0,13% atau 24 poin menuju level Rp17.998 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS terpantau melemah 0,16% ke posisi 99,75.

12:05 WIB: Rupiah berbalik melemah Pukul 12.05 WIB, rupiah melemah 0,15% atau 26,5 poin menuju level Rp17.962,5 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS juga melemah 0,21% ke posisi 99,71.

13:47 WIB: Rupiah kembali menguat Pukul 13.47 WIB, rupiah menguat 0,17% atau 30 poin menuju level Rp17.992 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS melemah 0,14% ke posisi 99,77.

15:08 WIB: Rupiah ditutup menguat Rupiah ditutup menguat 0,14% atau 25 poin menuju level Rp17.997 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS melemah 0,12% ke posisi 99,80.

Terkini