AHY: Sektor Perumahan Jadi Prioritas Pembangunan Nasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:25:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). [Foto: ANTARA/HO - Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan]

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa bidang perumahan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional yang memberikan efek luas bagi peningkatan kesejahteraan warga.

Menurut keterangannya, kerja sama antarkementerian, pemerintah daerah, institusi pembiayaan, hingga pihak swasta merupakan kunci utama dalam memacu penyediaan hunian yang layak dan terjangkau.

"Program ini bukan sekadar membangun rumah, melainkan juga membangun harapan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan terus memastikan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar target pembangunan perumahan nasional dapat tercapai," ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/8/2026).

AHY menegaskan bahwa agenda perumahan bukan sekadar mendirikan bangunan rumah, melainkan menumbuhkan harapan, mendongkrak kualitas hidup masyarakat, serta memperkokoh fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaporkan realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sudah menembus 121.363 unit hingga 31 Juli 2026.

Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma menyampaikan, di samping angka realisasi tersebut, masih ada puluhan ribu pengajuan yang sedang diproses sampai tahap akad.

Tambahnya, dari sisi ketersediaan pasokan (supply), saat ini ada 21.077 unit rumah subsidi yang siap dipinang oleh masyarakat.

Sementara itu, ditinjau dari latar belakang penerima manfaat, kelompok buruh dan karyawan swasta menjadi penyerap terbanyak dengan angka 76.715 unit KPR subsidi, disusul oleh kalangan wirausaha sejumlah 21.192 unit.

BP Tapera sebelumnya juga mengutarakan bahwa rumah subsidi dari skema FLPP ini sangat digandrungi oleh generasi milenial maupun Gen-Z.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyebutkan realisasi penyaluran dana FLPP rumah subsidi pada tahun 2025 mencapai 278.868 unit, di mana sekitar 62 persen di antaranya dimanfaatkan oleh Gen Z dan milenial berusia 19 hingga 30 tahun.

Terkini