Jepang Ajak Indonesia dan ASEAN Atasi Ketidakseimbangan Dagang

Jumat, 31 Juli 2026 | 20:54:31 WIB
Jepang Gandeng Indonesia dan ASEAN Atasi Masalah Industri Perdagangan [FOTO: NET].

JAKARTA - Jepang mengimbau Indonesia beserta negara-negara anggota ASEAN lainnya untuk saling berkolaborasi dalam menanggulangi ketidakseimbangan perdagangan dan pertumbuhan industri di tengah tensi persaingan ekonomi kawasan yang kian tajam.

Duta Besar Jepang untuk ASEAN Yonetani Koji, sewaktu diwawancarai oleh ANTARA pada acara International Corner di Jakarta, Kamis, mengutarakan bahwa melesatnya kompetisi di kawasan telah memicu timbulnya jurang ketimpangan besar pada sektor perdagangan maupun pembangunan industri, sehingga dibutuhkan langkah bersama untuk menanggulanginya.

“Ketika kita melihat persaingan regional yang semakin ketat di kawasan, penting untuk diingat bahwa peningkatan persaingan ini menciptakan ketidakseimbangan yang sangat besar dalam perdagangan maupun pembangunan industri,” kata Yonetani.

Menurut penjelasannya, penyesuaian sangat diperlukan guna menyikapi ketimpangan yang kian meruncing akibat dinamika persaingan kawasan tersebut. 

Oleh sebab itu, pihak Jepang menganggap Indonesia bersama negara-negara ASEAN sepatutnya memperdalam pengkajian terkait opsi-opsi pemulihan kondisi tersebut.

“Penting bagi Jepang dan Indonesia, serta negara-negara ASEAN lainnya, untuk bekerja sama guna memperdalam pembahasan mengenai bagaimana memperbaiki situasi ketidakseimbangan yang semakin dalam tersebut,” ujarnya.

Selanjutnya, Yonetani menguraikan bentuk kontribusi yang mampu disalurkan Jepang bagi Indonesia beserta ASEAN di tengah maraknya kompetisi ekonomi di kawasan.

Menurut pandangannya, sumbangsih Jepang tak sekadar berwujud investasi modal, melainkan turut mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan tata kelola bisnis berkelanjutan, penghormatan atas norma-norma sosial, kelestarian lingkungan, jaminan ketenagakerjaan, hingga penegakan hak asasi manusia.

“Jepang memiliki tradisi untuk menghormati nilai-nilai sosial dalam proses bisnis. Karena itu, saya percaya bahwa perusahaan-perusahaan Jepang masih memiliki banyak hal yang dapat dibawa ke kawasan dalam mendorong pembangunan jangka panjang yang lebih seimbang dan berkelanjutan,” katanya.

Yonetani menilai bahwasanya pembangunan yang lebih merata serta berkelanjutan patut dijadikan bagian dari ikhtiar negara-negara kawasan dalam menjawab dinamika lanskap ekonomi.

Lebih lanjut, Yonetani menggarisbawahi krusialnya kiprah ASEAN dalam menjaga ekosistem ekonomi yang inklusif dan berbasis regulasi di tengah maraknya proteksionisme serta fragmentasi ekonomi.

Menurutnya, ASEAN memegang peranan krusial dan secara konsisten membuktikan kapabilitasnya untuk memegang teguh prinsip-prinsip dasar, termasuk skema ekonomi yang bersifat multilateral, terbuka, serta berbasis aturan.

“Saya percaya bahwa peran ASEAN sangat penting. ASEAN memiliki peran fundamental dan selalu menunjukkan dalam setiap kesempatan kapasitasnya untuk tetap teguh dalam menjunjung prinsip-prinsip fundamental, seperti kerangka ekonomi yang multilateral, terbuka, dan berbasis aturan,” ucap Yonetani.

Jepang secara konsisten bertengger di jajaran 10 besar mitra dagang utama ASEAN. Pada tahun 2024, volume perdagangan dua arah antara ASEAN dan Jepang menembus angka 236,4 miliar dolar AS, sedangkan arus investasi asing langsung (FDI) Jepang ke kawasan ASEAN mencapai 17,5 miliar dolar AS.

Capaian angka tersebut menempatkan Jepang sebagai mitra dagang terbesar keempat bagi ASEAN sekaligus penyumbang FDI terbesar kelima untuk perhimpunan regional yang menaungi Indonesia, Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Timor-Leste tersebut.

Terkini