Wamenkomdigi Buka Suara Kekuatan Media Lokal Hadapi Era Algoritma

Jumat, 31 Juli 2026 | 18:38:31 WIB
Wamenkomdigi: Media Lokal Tetap Relevan di Tengah Era Algoritma [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria membeberkan keunggulan media-media lokal yang berkembang di daerah agar terus relevan bagi publik sewaktu menghadapi ekosistem digital yang kini didominasi algoritma personalisasi pemikat atensi penggunanya.

Berdasarkan pandangannya, media arus utama layaknya media daerah tetap memegang peranan krusial di tengah luapan arus informasi di alam digital lantaran mengemban fungsi verifikasi guna membuktikan kebenaran sebuah kabar.

"Media lokal menghadirkan percakapan publik yang lebih autentik karena memiliki kedekatan dengan masyarakat. Dari media lokal kita bisa membaca berbagai persoalan secara lebih utuh sebelum berkembang menjadi isu yang lebih besar," kata Nezar dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Menanggapi dinamika alam digital saat ini, sistem algoritma di ruang siber berfokus mengejar perhatian penggunanya dan membuat sajian informasi kian terpersonalisasi.

Kondisi tersebut menurut Nezar memicu pengguna internet termasuk warga Indonesia berulang kali menyerap informasi yang seragam tanpa mempunyai kesempatan untuk menguji kebenarannya.

Ditambah lagi, saat ini kecerdasan artifisial (AI) tumbuh begitu cepat dalam memproduksi konten secara instan, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi industri media maupun warga lantaran sajian konten itu berpotensi belum teruji keakuratannya serta berisiko memperluas penyebaran informasi yang menyesatkan.

Melihat fenomena itu, Nezar mengutarakan bahwa profesi jurnalisme profesional tetap krusial sebagai pengawal fakta serta pilar kepercayaan publik.

Menurutnya, media arus utama justru makin vital karena mengemban tanggung jawab untuk mengedepankan presisi, verifikasi, etika, dan kredibilitas kala meracik konten-konten informasi.

"Yang kita hadapi hari ini bukan hanya kompetisi informasi, tetapi juga kompetisi membentuk persepsi. Karena itu, masyarakat membutuhkan media yang bekerja berdasarkan verifikasi, bukan sekadar mengejar viralitas," ungkapnya.

Dalam konteks tersebut, Nezar menilai media lokal yang tumbuh di daerah memegang posisi yang amat vital dalam merawat mutu ekosistem informasi nasional.

Di tengah dominasi platform digital, media lokal sanggup menyajikan fakta-fakta yang lekat dengan keseharian warga sekaligus mengendus gejala sosial, ekonomi, maupun pelayanan publik secara lebih awal.

Nezar menimpali bahwa kecakapan media lokal dalam membangun rasa percaya publik menjadi modal utama guna memperkuat ekosistem informasi yang sehat.

Kehadiran media yang patuh menjalankan kode etik jurnalistik tetap menjadi fondasi utama bagi masyarakat untuk meraih informasi yang sanggup dipertanggungjawabkan.

Hal tersebut selaras dengan arah kebijakan Kementerian Komdigi dalam menciptakan ruang digital Indonesia yang aman, terpercaya, serta bermutu lewat penguatan tata kelola ruang siber, pembersihan disinformasi, penguatan literasi digital, hingga pemanfaatan AI secara bertanggung jawab.

Oleh karena itu, ia turut mengimbau insan pers untuk senantiasa merawat mutu jurnalisme di tengah arus disrupsi teknologi.

"Selama media tetap memegang teguh kode etik jurnalistik, saya yakin jurnalisme akan tetap menjadi rujukan publik dan terus relevan di era digital," Nezar menutup pernyataannya.

Terkini