Semester I/2026, Rugi Pengelola Starbucks MAPB Naik Jadi Rp121,50 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 03:21:31 WIB
Rugi MAPB Membengkak Jadi Rp121,50 Miliar akibat Depresiasi Rupiah [FOTO: NET].

JAKARTA – Perusahaan pengelola jaringan ratusan gerai Starbucks di Indonesia, PT Map Boga Adiperkasa Tbk. (MAPB) membukukan kerugian finansial yang kian membengkak hingga menyentuh angka Rp121,50 miliar sepanjang kurun waktu Januari sampai Juni 2026. 

Merujuk pada data laporan keuangan, MAPB sejatinya mampu meraup perolehan pendapatan yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,88% YoY menjadi Rp1,67 triliun per Juni 2026. Realisasi perolehan tersebut meningkat apabila disandingkan dengan catatan pendapatan periode yang sama pada tahun 2025 yang sebesar Rp1,52 triliun.

Komposisi segmen penjualan MAPB juga terpantau masih mencatatkan tren kenaikan, di mana segmen minuman menyumbangkan porsi sebesar Rp934,48 miliar, segmen makanan memberikan andil senilai Rp644,88 miliar, serta segmen lain-lain menyumbangkan Rp97,50 miliar.

Seiring dengan bertambahnya volume pada segmen-segmen penjualan tersebut, MAPB turut mencatatkan lonjakan pada pos beban pokok penjualan yang membengkak menjadi Rp537,40 miliar per Juni 2026. Angka realisasi itu menunjukkan kenaikan dari catatan periode serupa tahun 2025 yang berada di level Rp463,83 miliar. 

Akibat kondisi tersebut, perolehan laba kotor perseroan tercatat hanya senilai Rp1,13 triliun sepanjang paruh pertama Januari—Juni 2026, meski masih bertumbuh tipis dari Rp1,05 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

Kendati demikian, himpitan berbagai beban operasional serta kerugian akibat pelemahan nilai tukar mata uang rupiah membuat MAPB kembali membukukan kerugian pada periode laporan ini. Lebih lanjut, rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas pemilik induk atau total rugi bersih MAPB melonjak naik hingga mencapai Rp121,50 miliar. Angka realisasi tersebut mengalami pembengkakan dari posisi Rp80,20 miliar pada periode yang sama tahun 2025.

Meninjau dari struktur neraca keuangan, MAPB turut membukukan total kepemilikan aset yang mengalami penyusutan dari posisi Rp2,81 triliun per Desember 2025 menjadi Rp2,62 triliun pada periode Juni 2026. Meskipun demikian, pihak MAPB berhasil mencatatkan penurunan total liabilitas yang mengempis menjadi Rp1,34 triliun per Juni 2026, berkurang dari Rp1,41 triliun pada Desember 2025. Hanya saja, posisi total ekuitas perseroan ikut terkoreksi turun menjadi Rp1,27 triliun pada akhir Juni 2026.

Terkini