Kinerja SMGR dan INTP Naik Didorong Program Pemerintah

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:32:02 WIB
Proyek Pemerintah Kerek Kinerja Emiten Semen SMGR-INTP [FOTO: NET].

JAKARTA - Kinerja emiten semen pada paruh pertama 2026 memperlihatkan tren yang menggembirakan yang didukung oleh lonjakan konsumsi semen yang mencapai dua digit, utamanya bersumber dari akselerasi proyek-proyek strategis pemerintah seperti Kopdes Merah Putih sampai dengan Sekolah Rakyat.

Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andreas Kristo Saragih menjabarkan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. 

(SMGR) membukukan volume penjualan kelompok usaha sebesar 18,3 juta ton pada semester I/2026 atau mengalami kenaikan 5,6% YoY. 

Penjualan di pasar domestik menjadi penggerak utama dengan tingkat pertumbuhan 9,7% YoY menjadi 14,2 juta ton, sementara penjualan semen kantong di dalam negeri terkerek lebih tinggi, yakni 11,3% YoY menjadi 10,4 juta ton. 

Di sisi lain, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) mencatatkan volume penjualan sebesar 8,4 juta ton sepanjang semester I/2026 atau bertumbuh 5% YoY. 

Menurutnya pemulihan penjualan mulai tampak pada bulan Juni seusai korporasi melaksanakan penyesuaian harga semen kantong lebih dini serta memperkuat lini bisnis mortar lewat kolaborasi usaha (joint venture), sehingga pangsa pasar korporasi terdongkrak menjadi 29,2%, pencapaian tertinggi pada tahun ini.

"Penjualan semester I/2026 sesuai dengan ekspektasi. Konsumsi semen nasional sepanjang semester I/2026 juga mencapai 29,9 juta ton, meningkat 10,2% secara tahunan," tulisnya dalam riset yang dikutip, Rabu (29/7/2026).

Realisasi tingkat konsumsi tersebut sebanding dengan kira-kira 47% dari proyeksi total konsumsi sepanjang tahun 2026, selaras dengan pola historis kurun waktu lima tahun terakhir yang berada pada rentang 43%-47%.

 Sementara itu, faktor pendorong konsumsi semen nasional tersebut kian diperkuat oleh lonjakan konsumsi semen domestik pada Juni 2026 yang menyentuh angka 5,5 juta ton, atau melompat 13,1% YoY. 

Pertumbuhan ini utamanya ditopang oleh segmen semen curah yang melonjak 19,9% YoY, sedangkan segmen semen kantong bertumbuh 10,4% YoY.

"Peningkatan permintaan juga didorong oleh kombinasi basis perbandingan yang rendah pada tahun lalu, kondisi cuaca yang lebih kondusif bagi aktivitas konstruksi, serta percepatan penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur nasional," tulisnya.

Berbagai program yang dicanangkan pemerintah bertindak sebagai motor penggerak utama bagi ekspansi industri semen sepanjang separuh pertama tahun berjalan. 

Pembangunan dapur MBG atau Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menopang kebutuhan semen kantong, sedangkan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Sekolah Rakyat, pemulihan kawasan Sumatra, serta program pembangunan 3 juta rumah memicu peningkatan konsumsi semen curah.

Mirae Asset Sekuritas tetap mempertahankan pandangan rekomendasi netral (Neutral) terhadap sektor industri semen. 

Proyeksi target harga untuk masing-masing emiten yakni SMGR serta INTP dipertahankan berturut-turut pada level Rp2.750, dan Rp6.500. 

Kendati demikian, pihak analis turut mencermati berbagai faktor tantangan yang berdaya tahan membatasi laju pertumbuhan pada paruh kedua tahun ini meskipun pada kuartal III lazimnya menjadi rentang waktu dengan tingkat permintaan semen paling tinggi secara musiman.

Sejumlah potensi risiko yang diantisipasi sanggup menekan angka permintaan pada semester II/2026 di antaranya bersumber dari level suku bunga yang masih tinggi, kebijakan rasionalisasi anggaran belanja pemerintah, pelemahan nilai tukar rupiah, eskalasi harga energi, hingga ancaman inflasi bahan pangan yang dipicu oleh fenomena El Nino. 

Di sisi lain, peluang ekspansi tetap terbuka manakala tingkat konsumsi semen sanggup bertumbuh melampaui estimasi, para pemain utama berhasil memperluas pangsa pasar, serta harga jual semen mengalami penguatan.

Terkini