JAKARTA - China tetap mendominasi sebagai destinasi utama pengiriman luar negeri PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) pada paruh pertama tahun 2026, seiring dengan lonjakan produksi dan angka penjualan logam timah dari perusahaan tersebut.
Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk, Restu Widiyantoro memaparkan, sepanjang semester I/2026, volume penjualan logam timah TINS tercatat sebesar 10.984 metrik ton, melonjak 85% dibandingkan dengan semester I/2025 yang mencapai 5.933 metrik ton.
Dari jumlah tersebut, pasar ekspor menyumbang 97% dari total penjualan logam timah perusahaan, sedangkan pasar domestik berkontribusi 3%.
Secara terperinci, China menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan porsi 36% dari total ekspor. Selanjutnya disusul India sebesar 12%, Korea Selatan 11%, Singapura 6%, Belanda 5%, dan Italia 5%.
"Komposisi penjualan tersebut mencerminkan tetap kuatnya daya saing produk timah di pasar internasional serta kepercayaan pelanggan global terhadap kualitas produk dan keandalan pasokan kami," jelas Restu dikutip dari keterangan resminya, Rabu (29/7/2026).
Restu menuturkan, peningkatan volume penjualan turut didukung oleh optimalisasi pengelolaan persediaan logam timah untuk memenuhi permintaan pasar.
Di sisi lain, harga jual rata-rata logam timah sepanjang Semester I/2026 mencapai US$49.794 per metrik ton, naik 52% dibandingkan Semester I/2025 sebesar US$32.816 per metrik ton sejalan dengan masih kuatnya harga timah di pasar global.
Peningkatan penjualan didukung oleh penguatan kinerja operasional perseroan. Produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn sepanjang Semester I/2026 atau meningkat 75% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 6.997 ton Sn.
Kenaikan produksi didorong oleh optimalisasi produktivitas dan penambahan unit operasi pada sejumlah objek produksi, meliputi Kapal Isap Produksi (KIP), Ponton Isap Produksi (PIP), serta tambang darat kemitraan yang terdiri atas Tambang Kecil dan Tambang Ponton Isap Darat.
Sejalan dengan itu, produksi logam timah mencapai 10.865 metrik ton Sn atau meningkat 58% dibandingkan semester I/2025 sebesar 6.870 metrik ton Sn.
Perseroan juga melakukan berbagai langkah optimalisasi operasi, antara lain meningkatkan jumlah unit penambangan darat, memperkuat kegiatan eksplorasi melalui bor pandu, mengoptimalkan operasional KIP, mengoperasikan satu unit Kapal Keruk Singkep 1, meningkatkan produktivitas PIP, serta mengoptimalkan fasilitas Sisa Hasil Pengolahan untuk meningkatkan efektivitas proses pengolahan.
Selain itu, kinerja produksi didukung penguatan pengawasan dan pengamanan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) serta area produksi, termasuk dukungan Satuan Tugas Pemerintah Pusat dalam menjaga kondusivitas kegiatan operasional.