JAKARTA - PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) secara konsisten terus menggenjot penguatan lini sektor bisnis logistik sepanjang periode semester I/2026 melalui skema penambahan armada baru serta aksi korporasi berupa akuisisi strategis.
Langkah taktis tersebut dieksekusi sebagai bagian fundamental dari strategi korporasi guna memperluas platform infrastruktur perusahaan sekaligus mengerek kenaikan perolehan pendapatan berulang (recurring income).
Corporate Secretary CDIA Merly mengatakan salah satu tonggak penting yang dicapai perseroan pada semester I/2026 adalah pelayaran perdana (maiden voyage) dan sandar perdana (maiden berthing) kapal logistik cair kimia Novah berkapasitas 9.000 deadweight ton (DWT) yang dibangun bersama Usuki Shipyard.
"Kapal ini memperkuat kapabilitas logistik maritim CDIA, meningkatkan keandalan layanan pada rute domestik dan internasional, serta mendukung pertumbuhan permintaan distribusi bahan kimia dan rantai pasok industri di kawasan," ujar Merly dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).
Di samping melakukan penambahan armada pengangkutan baru, CDIA turut memperluas ekspansi bisnis logistiknya lewat instrumen penanaman investasi strategis yang masif.
Perseroan tercatat menggelontorkan dana segar senilai US$90 juta guna mengakuisisi kepemilikan saham sebesar 40% di PT Armada Maritim Persada. Langkah akuisisi ini secara otomatis memperluas penetrasi kehadiran CDIA ke dalam ranah sektor bisnis logistik pertambangan serta layanan pengelolaan pelabuhan.
Pada waktu yang bersamaan, korporasi juga mengalokasikan investasi senilai US$15,5 juta demi menguasai 49% kepemilikan saham di Petrosea Services Solutions Pte. Ltd.
"Kami juga memperluas bisnis di luar angkutan konvensional bahan kimia dan gas melalui investasi strategis. Perseroan menginvestasikan US$ 90 juta untuk mengakuisisi 40% kepemilikan di PT Armada Maritim Persada," kata Merly.
Lebih lanjut, Merly menjelaskan bahwa penanaman investasi di Petrosea Services Solutions diyakini bakal memberikan akses yang jauh lebih luas terhadap basis pelanggan, menciptakan arus kargo yang semakin terdiversifikasi, serta membuka potensi perolehan dividen di masa mendatang sekaligus memperkokoh prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Di luar lini bisnis logistik, CDIA juga mencatatkan progres perkembangan positif pada segmen kepelabuhanan serta fasilitas penyimpanan.
Melalui entitas anak usahanya yakni PT SCG Barito Logistics, perseroan telah resmi meneken nota kesepahaman (MoU) bersama PT Krakatau Bandar Samudera guna menjajaki proyek pengembangan layanan penyimpanan ISO tank, penyimpanan kontainer kering (dry-container storage), serta layanan bongkar muat lift-on/lift-off di kawasan Krakatau International Port.
Sementara itu, proyek pembangunan infrastruktur fasilitas penyimpanan bitumen dengan kapasitas mencapai 12.000 meter kubik yang berlokasi di Merak kini progresnya telah merampungkan sekitar 75% dan dipatok target mulai beroperasi pada kuartal III/2026.
Di tengah geliat ekspansi agresif tersebut, CDIA tetap mampu menjaga performa torehan kinerja keuangan yang positif.
Perseroan sukses membukukan perolehan pendapatan senilai US$82,1 juta pada semester I/2026, atau mengalami pertumbuhan sebesar 22,8% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Perolehan EBITDA tercatat terkerek naik sebesar 25,3% YoY menjadi US$31,6 juta, sementara pundi-pundi laba bersih perusahaan berhasil menyentuh angka US$19,3 juta.
Lonjakan perolehan pendapatan tersebut utamanya disokong oleh performa segmen bisnis logistik yang melesat tajam hingga 80,2% YoY menjadi US$27 juta, sedangkan pendapatan dari segmen energi turut meningkat sebesar 5,4% YoY hingga mencapai US$51,8 juta.
Dari kacamata profitabilitas, tingkat marjin EBITDA mengalami peningkatan dari posisi 37,7% menjadi 38,5%, yang merefleksikan kontribusi yang kian solid dari portofolio platform infrastruktur perseroan yang semakin terdiversifikasi.
Meninjau dari sektor struktur neraca keuangan, CDIA berhasil mempertahankan tingkat posisi likuiditas yang sangat kuat dengan kepemilikan kas, setara kas, serta instrumen surat berharga mencapai US$658,7 juta hingga berakhirnya periode Juni 2026.
Total keseluruhan aset perusahaan bertumbuh sebesar 10,9% menjadi US$1,93 miliar, sementara rasio perbandingan utang terhadap total kapitalisasi tetap terjaga aman pada level 41%.
Memasuki periode mendatang, CDIA berkomitmen penuh untuk merampungkan penyelesaian berbagai proyek infrastruktur yang sedang berjalan, mengoperasikan aset-aset armada baru, mendongkrak kontribusi aliran pendapatan dari pihak ketiga, serta mengeksekusi penempatan alokasi modal secara selektif guna memperkokoh ekosistem platform infrastruktur terintegrasi perseroan.